Kepala Serigala Berusia 40.000 Tahun Ditemukan di Siberia

Sebuah kepala serigala yang terputus berusia 40.000 tahun, tertimbun lapisan es lengkap dengan gigi dan bulu, ditemukan di Siberia timur.

Warga lokal yang tengah mencari gading mamut menemukan kepala tersebut di pinggir Sungai Tirekhtyakh di Yakutia, sebelum membawa kepala serigala tersebut ke pusat studi mamut di Akademi Ilmu Pengetahuan Republik Sakha. Demikian dilansir dari CNN, Rabu (12/6).

Direktur di akademi tersebut, Albert Protopopov, menyampaikan kepada CNN, sementara anak serigala beku digali di masa lalu, penemuan kepala serigala dewasa adalah hal baru.

“Ini adalah pertama kalinya kepala serigala kuno ditemukan yang jaringan lunaknya yang telah diawetkan setelah 40.000 tahun, seekor serigala dewasa,” jelasnya.

Protopopov menyampaikan, ilmuwan saat ini telah membangun model digital bentuk otak dan tengkorak untuk penelitian lebih lanjut. Sementara sebuah tim di Stockholm menganalisis DNA serigala tersebut.

Anak singa gua purba, spesies punah yang dilindungi di daerah permafrost Yakutia, juga sedang diselidiki. Saat planet ini menghangat, wilayah itu kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak fosil.

“Jumlah penemuan bertambah karena mencairnya lapisan es,” ujarnya.

Awal tahun ini, para ilmuwan mengumumkan penemuan darah dan urin cair dalam sisa beku anak kuda berumur 42.000 tahun, yang juga tertimbun lapisan es atau permafrost. Ini ditemukan pemburu gading mamut di wilayah Verkhiyansk, Siberia.

Para ilmuwan berharap dapat melakukan kloning anak kuda yang masih terpelihara dengan baik. Pada 2016, para ilmuwan Rusia mengatakan wabah antraks di Siberia barat disebabkan mencairnya bangkai rusa beku yang terinfeksi yang mati 75 tahun lalu.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *